Panduan Membuat Website yang User Friendly dan Berkesan Dimata User

website yang user friendly

Dalam mengembangkan sebuah website kita harus memperhatikan salah satu faktor terpenting yaitu user. Pada akhirnya sebuah website diciptakan untuk memberikan kepuasan kepada user dan menghasilkan konversi/sales yang diinginkan, karena itu hal pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan situs yang sangat mudah diakses dan digunakan oleh visitor (user friendly) sehingga merekapun akan puas dan terus kembali lagi nantinya.

Dalam artikel ini kami akan memberikan panduan bagaimana membuat sebuah website yang user friendly sehingga bisnis anda akan mendatangkan lebih banyak visitor yang puas (high engagement) dan tentunya meningkatkan omset penjualan anda.

Berikut ini 6 hal yang harus anda perhatikan dalam membangun website yang user friendly sehingga menghasilkan kesan baik pada brand anda dimata customer:

1. Nama domain yang jelas dan singkat

Sebelum membuat website pastinya kita membutuhkan domain, darisini kita harus mempersiapkan nama domain yang merepresentasikan bisnis/brand kita dengan baik. Usahakan nama domain yang anda pilih memiliki beberapa unsur berikut:

  • Singkat dan mudah dihafal (usahakan tidak lebih dari 8-10 huruf)
  • Deskriptif dan jelas (merepresentasikan bisnis anda)
  • Menggunakan ektension top-level domain (TLD) seperti .com atau .net
  • Untuk bisnis lokal (target market Indonesia) akan lebih baik jika menggunakan ekstension .co.id
  • Sebisa mungkin hindari penggunaan karakter spesial seperti “-” atau “_”
  • Lebih bagus lagi jika nama domain mengandung keyword yang anda incar di mesin pencari (SEO) namun tidak perlu dipaksakan jika memang tidak memungkinkan

Selain url website, pastikan juga url untuk platform sosial media telah anda daftarkan, jika domain situs anda adalah estehmanis.com maka segera buat fanpage dengan url facebook.com/estehmanis, akun twitter @estehmanis, dan berbagai akun di sosial media lainnya yang diperlukan.

2. Buat halaman informasi tentang bisnis anda dan kontak yang bisa dihubungi

Sudah menjadi standart umum dalam sebuah website terdapat halaman “about” dan “contact”, untuk halaman kontak pastikan anda menyediakan opsi yang lengkap seperti no telp/hp, email, alamat, termasuk akun sosial media.

Untuk halaman “about” buatlah sedeskriptif mungkin, tidak perlu muluk-muluk menjelaskan panjang lebar, yang terpenting adalah user tau siapa anda dan apa yang bisnis anda tawarkan. Jika terlalu banyak informasi atau jawaban yang ingin anda berikan kepada user maka arahkan itu semua kehalaman “faq”, sehingga mereka yang ingin mengulik lebih detail lagi bisa masuk kehalaman tersebut.

3. Navigasi yang simpel dan intuitif

Pastikan user dapat mengakses semua halaman website dengan mudah, jangan buat pop-up atau banner melayang yang mengganggu, penempatan menu yang paling standar adalah diatas (header) dan informasi pendukung lainnya bisa anda taruh di sidebar/footer, pastikan juga tidak ada broken link atau url yang eror.

Buatlah user flow yang jelas. Sebuah website tentunya harus dapat ditelusuri oleh user dengan mudah. Struktur website harus rapi, dari 1 halaman ke halaman lain semuanya tersusun dengan benar sehingga userpun tahu mereka sedang ada dimana dan kemana harus mencari halaman yang diinginkan.

4. Kecepatan loading website harus cepat

Internet di Indonesia sudah lambat, jangan memperburuknya dengan loading website yang lemot, cobalah cek kecepatan loading situs anda menggunakan Google Page Speed atau tools speed test lainnya.

Jika kecepatan situs anda masih lambat, cobalah pertimbangkan beberapa pilihan berikut:

  • Gunakan cache atau CDN. Jika konten website anda cenderung statis dan jarang melakukan update/perubahan maka menggunakan cache dan CDN (content delivery network) adalah pilihan yang sangat bijak, selain memperkecil beban server anda juga bisa menghemat space disk pada hosting anda sehingga kecepatan loading situs andapun akan meningkat secara drastis. Namun cache/CDN kurang efisien jika situs anda sangat dinamis seperti forum dan situs-situs AGC/UGC lainnya.
  • Hapus konten/plugin yang berat. Salah satu penyebab website menjadi lambat adalah adanya konten dan plugin-plugin yang memakan banyak resource memory sehingga akses website menjadi lama, jika ada konten-konten seperti gambar/video/plugin yang tidak terpakai atau kurang penting maka segera hapus. Selain itu bersihkan juga database server dari data-data yang sudah tidak terpakai.
  • Mengganti hosting yang kapasitas dan speednya lebih besar. Jika semua yang anda lakukan tidak kunjung meningkatkan kecepatan situs anda, maka sudah saatnya mengganti hosting ke server yang lebih cepat.

5. Mobile friendly

Sekarang sudah jamannya serba mobile, di Indonesia sendiri penetrasi internet didominasi oleh pengguna smartphone, karena itu sudah menjadi kewajiban sebuah website dapat diakses dengan baik dari perangkat mobile. Buatlah web dengan desain yang responsif. Website yang responsif akan menyesuaikan ukuran layar dengan perangkat yang digunakan untuk membuka website tersebut sehingga tampilan website anda akan mudah diakses dari perangkat apapun.

6. Hindari fitur/koten yang tidak penting

Masih banyak pemilik website yang menggunakan fitur-fitur tidak penting dan yang lebih parahnya lagi terkadang fitur-fitur tersebut sudah tidak digunakan lagi sampai akhirnya menumpuk sehingga membuat loading website sangat-sangat berat.

Sebaiknya hindari konten/plugin yang bersifat autoplay seperti musik/video/animasi/flash, dan matikan plugin yang sudah tidak digunakan. Tidak perlu menggunakan media atau berbagai integrasi yang tidak perlu, buat website anda sesimpel dan seefisien mungkin. Less is more.

Leave a Reply

Your email address will not be published.