Tips Meningkatkan Like dan Engagement Facebook Page (Fanpage)

tips meningkatkan like dan engagement

Seiring dengan berkembangnya sosial media, tidak dapat dipungkiri Facebook masih menjadi salah satu sosial media terbaik dan paling ramai saat ini. Namun persaingan bisnis di sosmed ini begitu tinggi, akibatnya Facebook mengubah ketentuan algoritmanya untuk membatasi jangkauan (reach) sebuah fanpage kepada user yang sudah memfollow/likes sebuah fanpage.

Ada 2 batasan yang perlu kita perhatikan yaitu:

– Engagement based

Jika anda memposting sesuatu di fanpage anda, maka facebook akan mendistribusikannya kepada sebagian kecil user yang sudah men-like fanpage anda, ini dinamakan organik reach, yang jadi masalah adalah jika orang-orang yang melihat postingan tersebut tidak tertarik (engage) maka organic reach anda akan berhenti sampai disitu saja.

Berbeda jika ada engagement entah dalam bentuk klik, view, likes, komen, share, maka facebook akan mendistribusikan postingan tersebut kepada teman-teman mereka dan menjangkau lebih banyak lagi audience/followers fanpage anda.

– Time based

Jika anda tidak memposting apapun dalam beberapa minggu, maka otomatis follower anda tidak akan mengkonsumsi konten apapun yang berakibat pada kurangnya engagement terhadap fanpage anda, sinyal ini akan menjadi tanda buruk karena facebook bisa saja menyangka followers anda sudah tidak peduli lagi dengan fanpage anda, akibatnya pada postingan yang berikutnya organik reach fanpage anda akan menurun secara drastis.

Jadi akan ada tuntutan secara kualitas (engagement) dan kuantitas (time) terhadap fanpage anda. Untuk meningkatkan kembali organik reach termasuk meningkatkan like dan engagement di Facebook, kita perlu melakukan beberapa optimasi berikut:

1. Rencanakan jadwal postingan sejak awal dengan fitur schedule

Facebook page memiliki fitur schedule yang bisa membuat anda melakukan posting secara otomatis kapanpun yang anda mau. Dengan fitur ini anda bisa merencanakan jadwal konten-konten yang ingin anda posting dalam 1 bulan kedepan, kapan artikel A akan tayang, hari apa artikel B akan publish, atau jam berapa konten C akan di re-publish kembali.

Keuntungannya adalah anda tidak perlu khawatir akan faktor “time” karena anda bisa terus-terusan mengatur, mengubah, menghapus, menambahkan jadwal postingan sesuka hati anda, dengan begini fanpage anda tidak akan pernah kosong dari postingan/aktivitas entah karena faktor lupa dan sebagainya.

2. Repost konten-konten lama

Jika anda sudah kehabisan konten untuk di share, maka tidak ada salahnya memposting ulang (repost) konten yang sudah jadul untuk meningkatkan kembali aktivitas dan membuat fanpage tetap hidup.

Tidak semua followers anda melihat postingan yang sudah lama khususnya followers yang baru saja men-likes fanpage anda, karena itu anda bisa memposting ulang konten tersebut dengan caption/kata-kata yang berbeda, idealnya konten yang layak direpost di facebook adalah konten yang sudah diposting lebih dari sebulan yang lalu.

3. Biarkan likes datang secara organik

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, faktor engagement based akan mengurangi organik reach jika follower-follower anda tidak memiliki engagement yang kuat dengan postingan anda.

Bayangkan kalau anda “membeli likes” secara tidak langsung anda mendatangkan follower-follower palsu yang tentu tidak memiliki engagement yang kuat dengan fanpage anda. Akibatnya? Distribusi/organik reach anda malah tersalurkan pada follower-follower palsu ini dan berhenti sampai disitu saja.

Jadi tips meningkatkan like yang paling efektif adalah biarkan proses likes datang secara alami, jangan mengejar “angka” likes karena kualitas follower jauh lebih penting daripada sekedar jumlahnya. Alternatif lainnya jika anda memiliki budget lebih, anda bisa coba menggunakan fitur Facebook Ads yang tertarget dengan baik.

4. Buat konten yang berpotensi viral

Konten viral adalah konten yang bisa tersebar dengan sendirinya karena dibagikan oleh user secara sukarela. Jenis konten ini biasanya mengandung trigger yang memicu emosi orang lain entah positif atau negatif sehingga mereka mau membagikannya kepada orang lain.

Beberapa jenis konten yang sering memicu viralitas adalah:

  • Inspirasi dan motivasi
  • Sesuatu yang mengandung unsur seni, menghibur, lucu, horor, membuat penasaran dan memacu adrenalin
  • Tips-tips yang bermanfaat secara umum dan berguna untuk siapa saja
  • Berita terkini dan update-update yang sedang terjadi di masyarakat

5. Respon follower/customer secepat mungkin

Sosial media adalah medium yang sangat aktif dan ramai, karena itu responlah setiap customer/fans yang berkomentar secepat mungkin, lebih bagus lagi jika anda bisa terlibat dalam percakapan yang dalam (deep conversation), karena darisitu orang lain bisa melihat bagaimana cara anda memperlakukan user dengan baik.

Pastikan tidak ada satupun follower yang terabaikan kecuali mereka adalah haters atau orang iseng, selain itu anda juga harus pintar mengidentifikasi siapa follower yang betul-betul tertarik dengan page anda dan mana follower yang cuma ingin melakukan promosi/spam demi keuntungannya sendiri, tentu anda tidak ingin bukan organik reach fanpage anda terbuang sia-sia untuk orang-orang seperti itu.

6. Pahami keinginan followers dengan memperhatikan analytic fanpage anda

Pada dashboard “insight” halaman Facebook Page anda bisa melihat konten mana yang lebih banyak mendapat views, reach, engagement, likes, share, dan semacamnya. Jika data menunjukkan konten A lebih menghasilkan engagement ketimbang konten B, maka tentu anda harus lebih sering memboosting konten A ketimbang konten B.

Jadikan data ini sebagai patokan dalam strategi marketing dan pengambilan keputusan berikutnya, pelajari mengapa ada konten yang bisa mendapat lebih banyak trafik ketimbang jenis konten lainnya, coba lakukan testing dengan berbagai konten baru yang serupa dan analisa kembali.

Selain itu jangan sungkan bertanya kepada followers anda, karena terkadang kita tidak akan pernah tahu apa yang mereka inginkan sampai akhirnya kita bertanya kepada mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published.