6 CARA MENINGKATKAN SHARE KONTEN FACEBOOK

cara meningkatkan share konten facebook

 

Beragam platform sosial media yang tersedia saat ini, masih belum menyingkirkan posisi Facebook dalam sosial media marketing, karena hingga detik ini Facebook masih menduduki posisi tertinggi dengan jumlah pengguna aktif yang mencapai 1,8 miliar orang. Dengan demikian, Facebook memiliki peranan penting dalam membantu perkembangan bisnis sosial media marketing dan menjangkau interaksi yang lebih luas dengan customer. Berikut 6 cara meningkatkan share konten facebook yang bisa diterapkan.

  1. Posting Konten Pertanyaan

Postingan yang tepat berpengaruh besar terhadap peningkatan share konten Facebook. Selain mengisi konten dengan sekedar tulisan pernyataan atau deskripsi yang menarik, ada baiknya juga postingan berupa sebuah kalimat tanya, karena Posting Konten Pertanyaan merupakan suatu bentuk interaksi yang dapat menarik perhatian dan mengundang pembaca untuk berbagi pendapat atau jawaban mereka, sehingga sangat besar kemingkinan pembaca membuka dan men-share postingan Facebook tersebut. Posting konten pertanyaan merupakan cara meningkatkan share konten facebook yang mudah dan efektif.

  1. Posting Konten Gambar

Posting Konten Gambar juga menghasilkan banyak share dibandingkan dengan jenis konten yang hanya berupa tulisan. Hal ini karena kecenderungan manusia yang lebih tertarik melihat konten visual. Selain Posting Konten Gambar yang diikuti dengan konten sebagai caption, Anda juga bisa menggunakan infografik, di mana pembaca akan mendapatkan visual sekaligus pengertian-pengertian penting berupa konten singkat yang tertera di dalam gambar.

  1. Posting Konten Video

Menambahkan sisi entertainment di Facebook juga merupakan opsi lain untuk meningkatkan share konten. Salah satunya yaitu dengan Posting Konten Video. Selain sisi entertainment, video pun menjadi sarana untuk meningkatkan interaksi dengan pengguna Facebook, menarik followers dan mempercepat proses penyebaran konten. Hal yang perlu diperhatikan yaitu posting video langsung di Facebook, bukan berupa link dari YouTube atau sebagainya. Postingan video langsung di Facebook menarik lebih banyak keterlibatan dan interaksi dengan followers, sehingga konten akan dilihat oleh banyak orang pengguna Facebook.

  1. Posting Konten dengan Link

Postingan gambar atau video yang disertakan dengan link, mendapat interaksi pembaca yang lebih banyak lagi. Pengguna Facebook dapat langsung diarahkan pada blog atau situs yang Anda kerahkan hanya dengan satu kali klik, sehingga postingan link sangat membantu proses share konten kepada pengguna Facebook lainnya.

  1. Posting Konten Giveaway atau Kontes

Selain meningkatkan share konten Facebook, mengadakan giveaway atau kontes pada konten merupakan cara meningkatkan share konten facebook terbaru dan terpopuler untuk menambah pengikut. Giveaway bisa berupa beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh target costumer di mana pada akhir masa berlaku giveaway akan diumumkan satu hingga tiga pemenang yang akan mendapatkan hadiah. Ada pun tata cara mengikuti Giveaway atau Kontes yaitu dengan syarat like atau join fan page Facebook, lalu share konten Facebook diikuti jawaban pertanyaan giveaway yang diadakan, serta tidak lupa syarat terakhir yaitu men-tag teman-teman mereka. Dengan demikian, orang-orang yang sudah ter-tag akan menerima notifikasi, dan mengetahui isi konten Facebook Anda dan tidak menutup kemungkinan mereka pun akan mengikuti rangkaian giveaway, dan siklus berkelanjutan seperti itu.

  1. Pemilihan Waktu yang Tepat

Konten yang menarik tidak akan mencapai reach tinggi jika postingan dimuat pada pemilihan waktu yang salah. Sesuaikan jadwal postingan dengan kebiasaan aktifnya pengguna Facebook targetan Anda. Misalkan, jika target customer Anda berupa karyawan, kemungkinan besar mereka aktif Facebook menjelang makan siang atau malam setelah usai bekerja. Maka, kedua pilihan waktu tersebut adalah pemilihan waktu yang tepat untuk memuat konten Facebook. Untuk memastikan waktu yang tepat juga bisa dilihat melalui Facebook Insights. Dengan memperhatikan timing postingan, reach dan share pun dapat meningkat.

DONGKRAK MEREK PRODUK SOSIAL MEDIA DENGAN HASHTAG

Hashtag

 

Simbol “#” atau yang lebih akrab disebut hashtag sering dijumpai di Instagram, Twitter maupun Facebook pada bagian akhir caption. Kadang terdapat satu hingga puluhan hashtag dalam satu postingan. Sebenarnya apa fungsi utama hashtag? Lalu bagaimana cara penggunaan hashtag yang baik dan benar?

Hashtag merupakan simbol yang memudahkan pengguna untuk browsing satu kata kunci tertentu. Pengguna hashtag akan dengan mudah menemukan topil-topik yang dicari. Fungsi hashtag kini tidak hanya dilakukan untuk kesenangan akun pribadi, namun bisa juga digunakan untuk keperluan bisnis dan sebagainya.

Perlu dibedakan tipe hashtag untuk keperluan pribadi dengan hashtag keperluan bisnis. Hashtag untuk akun pribadi biasanya bersifat lebih santai atau sekedar hashtag lelucon, seperti #lemesinaja. Sedangkan hashtag untuk keperluan bisnis ditentukan berdasarkan apa yang ingin dipasarkan dan untuk siapa bisnis ditujukan, misalkan #taslokal #pemudaindonesia. Dapat dikatakan bahwa hashtag bertujuan sebagai penghubung merek produk bisnis Anda dengan target customer. Dengan begitu, hashtag akan terbentuk dan mempermudah pengguna untuk mencari kata kunci tersebut. Strategi promosi dan penggunaan hashtag yang baik dan benar pun sangat dibutuhkan. Misalkan hashtag untuk kepentingan personal branding sebaiknya jangan memuat lebih dari tiga hashtag. Jika memuat terlalu banyak hashtag, postingan akan menjadi spam.

Selanjutnya, jika hashtag yang Anda gunakan sudah benar dan sesuai dengan target, hashtag akan meningkatkan pengikut atau followers di sosial media Anda. Dalam kepentingan bisnis, semakin banyak followers, maka semakin efektif pula proses pemasaran serta penjualan produk.

Hal yang bisa Anda lakukan sebelum menentukan hashtag yaitu riset keyword atau kata kunci yang memiliki potensi besar dalam pencarian target costumer. Hindari hashtag yang asal karena postingan akan terbaca seperti spam. Riset keyword membantu memaksimalkan bisnis.

 

Infografis: Sejarah dan Perkembangan Web Design

Untuk anda yang sudah mengikuti perkembangan Web Design sejak dulu, pasti anda sudah merasakan perbedaan yang mencolok. Tampilan website saat ini sudah sangat bagus dan begitu enak dilihat dengan berbagai elemen, efek, warna dan juga kemampuan menyesuaikan diri dengan layar (responsive). Hal ini pastinya dipengaruhi oleh perkembangan teknologi itu sendiri, yang dulunya web hanya berupa teks kini sudah bisa dimasuki gambar, suara, video, dan masih banyak lagi. Teknologi seperti HTML5, CSS3, CSS, dan JavaScript memberikan efek yang sangat besar dalam dunia Web Design.

Tapi tahukah anda? Website pertama pada tahun 1991 yang dibuat oleh Tim Berners-Lee hanya sebatas teks dengan link biru untuk mengaitkan dari satu halaman kehalaman lainnya. Tampilan juga masih standar, belum ada kolom hanya teks standar yang tersusun kebawah saja. Setahun kemudian, barulah muncul tabel untuk membuat layout, dengan tabel tersebut website bisa dibuat menjadi kolom-kolom. Pada tahun 1993, Yahoo mulai mencoba Web Design ini dengan resolusi monitor 640 x 480 dan Web Safe Colors sebanyak 16 warna. Pada tahun 1995-1996, muncullah Java dan Flash yang kemudian diikuti oleh perkembangan internet hingga mencapai 74 juta serta sudah ada 650 ribu website saat itu, dan ditahun itu juga diperkenalkan CSS untuk membuat web lebih menarik.

Dalam kurun waktu 1994-1996 ini pula berbagai macam browser mulai menerapkan Web Design, seperti Opera Browser 1.0 dan Internet Explorer 1 & 2. Saat itu website sudah tersedia dalam resolusi 800 x 600 dengan 256 warna. Lambat laun perkembangan website semakin pesat, orang-orang mulai memikirkan bagaimana cara membuat website yang dinamis. Tak perlu waktu lama, pada tahun 1998 lahirlah PHP langsung versi 3. Disini menjadi titik perkembangan website karena PHP memungkinkan untuk membuat website yang dinamis. Setahun berikutnya yaitu pada tahun 1999 lahirlah CSS3, yang dimana CSS yang sudah ada dikembangkan dengan penambahan beberapa fitur baru yang akan menjadikan tampilan website lebih menarik.

Butuh waktu 4 tahun setelah diperkenalkan CSS3 sampai akhirnya muncul istilah Web 2.0, berefek munculnya berbagai website yang semakin dinamis dimana semua orang bisa membuat website atau halaman profil tertentu hanya dari satu website seperti Blogspot, WordPress, atau MySpace. Pengguna internet di saat itu sudah mencapai 782 juta, dan tercatat sudah ada 38 juta website yang ada di internet. Sekitar tahun 2000-2006, Facebook memperkenalkan Flash Animation Intro Pages dengan resolusi layar 1024 x 768 serta 16.777.216 warna pada Web Design-nya. Ini juga diterapkan pada situs lain yaitu browser Firefox 1.0, WordPress, MySpace, serta Youtube.

Tahun 2008 sudah ramai dengan istilah Open Source, waktu itu Mobile Web juga sudah dikenal karena perkembangan teknologi komunikasi membuat ponsel juga memiliki kemampuan untuk mengakses internet. Tahun 2010 pengguna internet semakin ramai, sudah ada 2 miliar pengguna di seluruh dunia dan jumlah website sudah ada 240 juta (hampir sama dengan jumlah penduduk Indonesia). Pada waktu itu juga HTML5 sudah mulai dikenal orang banyak, yang sampai sekarang masih sangat terkenal dengan kecanggihannya bahkan sampai mengalahkan Flash untuk membuat animasi web.

Dan sekarang di tahun 2016 ini perkembangan Web Design semakin maju, terdapat banyak sekali builder tersedia di internet yang membuat semua orang dapat membuat website dengan mudah, bahkan orang yang tidak memiliki ilmu dasar pemrograman bisa dengan mudah membuat website dengan adanya berbagai paltform CMS (content management system).

sejarah web design

perkembangan web design

web design imcode

Tips Jualan Online Tanpa Harus Beriklan / Mengeluarkan Budget

tips jualan online

Bagaimana caranya berjualan secara online namun dilain sisi budget kita semakin tipis bahkan tidak ada sama sekali?

Salah satu tips jualan online yang efektif tanpa mengeluarkan budget sepeserpun adalah dengan menerapkan strategi konten marketing. Konten marketing adalah teknik pemasaran/distribusi sebuah konten yang bertujuan untuk menarik audience yang tepat menjadi customer.

Uniknya adalah konten marketing sering terbukti mendatangkan lebih banyak penjualan/customer ketimbang menggunakan iklan berbayar, artinya selain jauh lebih hemat, konten marketing juga lebih efektif dalam mendorong kemajuan bisnis anda.

Beberapa alasan konten marketing jauh lebih efektif ketimbang metode iklan adalah:

  • Konten marketing memberikan manfaat lebih kepada user/customer anda. Berbeda dengan iklan yang terang-terangan langsung menjual, dengan konten anda bisa membangun audience dan engagement yang lebih kuat.
  • Mengedukasi customer lebih jauh tentang value dari produk/jasa yang anda jual, yang dengannya bisa meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas brand dimata customer
  • Investasi jangka panjang yang sangat baik, saat beriklan begitu iklan di stop maka kemungkinan besar penjualan kembali ke nol, sedangkan dengan konten tanpa harus beriklanpun customer tetap dapat menemukan anda dan membeli produk/jasa yang anda jual.
  • Memperluas channel marketing anda. Saat berjualan anda hanya bisa menjual di tempat yang terbatas seperti iklan baris atau forum jual beli, namun dengan konten marketing, anda bisa berpromosi di berbagai media dengan menggunakan distribusi konten di sosial media, mesin pencari (SEO), forum, email, bahkan website orang lain.
  • Lebih hemat bahkan gratis. Yang anda perlukan hanyalah menentukan siapa target audiencenya, membuat konten berkualitas, dan mendistribusikannya dengan tepat sasaran.

Lalu bagaimana caranya melakukan konten marketing dengan baik dan benar?

Inilah langkah-langkah yang harus anda lakukan:

1. Pahami tujuan konten dan target market anda

Selalu mulai dengan “why”. Mengapa anda membuat sebuah konten? Ada 3 alasan utama kita membuat konten yaitu:

  • Mendatangkan visitor/trafik
  • Membangun trust & awareness
  • Menghasilkan sales/penjualan

Saat diawal jangan langsung bertujuan untuk menghasilkan penjualan, mulailah dengan memberikan informasi/manfaat (value) untuk visitor, perlahan-lahan bangunlah audience setelah itu anda bisa mulai mengenalkan kelebihan/keunggulan produk yang anda jual untuk membangun rasa kepercayaan (trust), dan terakhir barulah anda mulai mengarahkan customer yang potensial kepenjualan.

Yang tidak kalah penting adalah pahami target pasar anda, cobalah tanya:

  • Apa informasi yang mereka butuhkan?
  • Dimana anda bisa menemukan mereka?
  • Solusi apa yang bisa anda berikan?
  • Kenapa mereka harus peduli dengan konten yang anda berikan?

Identifikasi market anda dengan spesifik seperti siapa mereka, umurnya, interest/minatnya, apa masalahnya dan apa yang mereka cari.

2. Buat konten berkualitas

Disini banyak pemilik bisnis yang gagal membuat konten berkualitas, alasannya simpel karena kebanyakan dari mereka membuat konten hanya untuk mengarahkan ke penjualan. Seperti yang dikatakan sebelumnya, diawal jangan langsung menjual, berikanlah value berupa informasi dan pengetahuan yang bermanfaat kepada visitor bisa melalui artikel blog website atau postingan di sosial media.

Konten disini tidak hanya terpaku dalam bentuk tulisan/artikel, anda bisa juga memberikan konten berupa infografis, e-book dan video yang edukatif, prinsipnya kita harus lebih banyak mengedukasi/memberi manfaat kepada customer ketimbang menjual karena sebenarnya hal ini juga akan berpengaruh kepada penjualan. Dan karena konten ini nanti mempengaruhi penjualan maka jelas kualitasnya harus tinggi.

3. Distribusikan konten yang telah dibuat

Keuntungan yang paling besar dengan membuat konten adalah anda memiliki jangkauan audience yang lebih luas karena distribusi konten bisa disebarluaskan dimana saja. Beberapa channel marketing yang efektif untuk pendistribusian konten adalah:

  • Forum. Anda bisa coba menjawab pertanyaan dan membuat thread yang informatif kepada pengunjung forum tersebut.
  • Blog. Salah satu keuntungan membuat blog didalam website adalah anda bisa membangun base audience dan followers yang lebih dekat ketimbang platform lainnya.
  • Sosial media. Sudah pasti konten marketing tidak jauh-jauh dari dunia sosmed, terlebih anda juga bisa mengubah formatnya entah menjadi slide presentasi (dalam bentuk video) maupun e-book dan menaruhnya di platform sosial yang berbeda seperti YouTube, SlideShare, dll.
  • Website orang lain. Anda bisa menjadi guest blogger atau penulis tamu di website milik orang lain atau menaruh konten di situs-situs sosial bookmark, selain itu jika konten yang anda buat sangat berkualitas bukan tidak mungkin pemilik blog/website lain akan sering merekomendasikan konten anda dan membagikannya di sosial media, selain menciptakan efek viral di sosmed, konten yang baik juga akan membantu meningkatkan peringkat website anda di mesin pencari (SEO).

4. Evaluasi kinerja konten yang anda buat

Langkah terakhir adalah mengevaluasi hasil dari semua yang sudah anda kerjakan. Cara termudah untuk menganalisa performa dari konten yang telah kita buat adalah dengan melihat datanya menggunakan Google Analytics atau plugin/tools analytic semacamnya.

Dari sinilah anda akan mengerti banyak hal mulai dari konten seperti apa yang sering dishare oleh visitor, konten mana yang kurang disukai dan konten apa yang menghasilkan konversi/penjualan. Data-data inilah yang bisa menjadi patokan untuk perkembangan bisnis anda dimasa mendatang.

Setelah anda berhasil mengevaluasi kinerja konten, anda bisa mulai merencanakan konten-konten baru dengan lebih baik lagi, setelah itu barulah anda bisa mulai membuat konten-konten yang menjelaskan tentang keunggulan produk anda, menjelaskan mengapa bisnis/produk anda adalah solusi yang tepat untuk mereka dan sekaligus memberikan arahan kepada penjualan untuk customer yang tertarik membeli dari anda.

Cara Untuk Tetap Eksis & Relevan di Tengah Ketatnya Persaingan Blog

persaingan blog

Mendapatkan trafik/pengunjung semakin hari semakin sulit, ditengah maraknya persaingan blog dan website yang ada akan selalu muncul konten-konten hoax dan tiruan (duplicate) yang semakin mempersempit ruang “konten berkualitas” untuk dilihat.

Walaupun internet sudah sangat ramai dan kadang semakin tidak relevan, ada beberapa cara untuk menjadikan blog/website anda tetap eksis ditengah persaingan yang ada dan tentunya semakin relevan dengan orang-orang yang peduli dengan konten dan bisnis anda.

Inilah 4 cara untuk menjadikan blog/website/bisnis online anda menjadi unggul ditengah ketatnya persaingan yang ada:

1. Utamakan kualitas trafik, baru kuantitas

Artinya jangan melakukan spamming, jangan hanya mengejar angka. Jangan lakukan teknik black hat SEO, jangan membuat judul clickbait/miss leading, dan semacamnya.

Lakukan tugas anda yang paling utama yaitu membuat konten berkualitas yang relevan untuk visitor anda, memang trafik tinggi itu indikasi yang sangat bagus, namun yang harus anda prioritaskan pertama adalah engagement, followers/subscribers, return visitor, active users, dan mereka-mereka yang peduli denagn website/bisnis anda.

2. Beri alasan orang lain untuk peduli

Persaingan adalah tanda yang bagus karena artinya disitu ada sesuatu yang “worth it” untuk diperjuangkan, namun sebagian orang melupakan tujuan utama mereka dan malah fokus kepada memenangkan persaingan ketimbang memberikan value yang terbaik untuk visitornya.

Beri alasan mengapa orang lain harus melihat konten anda, apakah anda membuat konten hanya untuk mendapatkan lebih banyak views atau ingin memberikan manfaat kepada pengunjung blog/website anda?

Beberapa alasan yang bagus untuk membuat visitor anda peduli adalah:

  • Konten anda memberikan solusi terhadap permasalahan yang sedang mereka hadapi
  • Isi konten anda sangat informatif, relevan dan up to date dengan perkembangan situasi
  • Konten yang anda berikan bisa menghibur atau memiliki value lain yang bisa menghilangkan kejenuhan/rasa bosan dari para pembacanya
  • Dan yang paling penting adalah konten yang anda buat itu “original” murni dibuat untuk memberikan kepuasan kepada user, pada akhirnya orang lebih menghargai konten unik dan original ketimbang konten populer namun hasil copas/tiruan.

3. Berhenti melakukan teknik-teknik basi

Masih banyak pemilik blog/website yang suka melakukan blogwalking, forum spamming, link building massal, dan semacamnya. Stop it. Banyak sekali teknik-teknik yang sudah kadaluarsa dan tidak relevan lagi sekarang, simpelnya ikuti beberapa saran berikut:

  • Lakukan blogwalking (komen + meninggalkan link) hanya jika anda bisa memberikan jawaban/feedback yang betul-betul relevan dan bermanfaat.
  • Lakukan forum marketing dengan benar, gunakan nama dan profile yang betul-betul real dan berikan konten/jawaban yang bermanfaat didalam forum tersebut.
  • Lakukan sosial media marketing dengan konsisten, jangan mengejar angka likes/followers, ingat bahwa kualitas adalah yang pertama, buat postingan yang enganging dan membuat user ingin merekomendasikannya (share).
  • Jangan pernah membeli link/spamming dan cara-cara apapun yang tidak disarankan oleh Google.
  • Lakukan white hat SEO dan hindari penggunaan teknik-teknik black hat apapun.

3. Persiapkan strategi khusus

Untuk membuat sebuah blog/website tetap eksis anda tidak boleh monoton. Anda bisa lakukan guest blogging disitus yang memiliki authority yang tinggi, anda bisa membuat jokes-jokes/hiburan lucu di sosial media berupa gambar/video singkat yang menghibur, jangan hanya terpaku pada bentuk tulisan, perkaya juga konten anda dengan gambar, infografis, dan semacamnya.

Jika memiliki budget lebih anda bisa melakukan campaign khusus seperti memberikan hadiah/kuis kepada followers anda, intinya adalah teruslah berinovasi dan berinteraksi dengan para followers anda.

Baca juga: Cara menentukan strategi marketing untuk bisnis anda

4. Konsistensi

Tips terakhir untuk mempertahankan eksistensi di tengah persaingan blog/website yang ada adalah dengan terus konsisten memberikan yang terbaik. Disinilah banyak para blogger/pemilik website gagal karena biasanya mereka akan mencapai titik jenuh, most people start strong but finish weak, banyak orang hanya kuat diawal, memiliki motivasi tinggi saat memulai namun pada akhirnya lemah dan kehilangan motivasi.

Jadi konsistensi jauh lebih penting daripada kerja keras sesaat.